Beranda > Artikel > Mengejar Suara Untuk Menjadi No. 1

Mengejar Suara Untuk Menjadi No. 1

Kelakar yang sering berkumandang di telinga masyarakat sekarang adalah melihat para calon pemimpin yang bersigegas dan berupaya memberikan empati agar memuluskan dia untuk menjabat menjadi orang nomor 1. Hingar bingar bak api dalam sekam serasa mengapung ditengah masyarakat, bermacam bujuk rayu serta janji yang membuai dilantunkan sesempurna mungkin, bahkan “menjual diri” demi sang kursi yang serasa sudah ada dalam dekapan.

Walaupun lomba pemilihan kepala daerah belum ditabuh, tapi yang namanya suatu “perebutan” tampuk pimpinan harus jauh jauh hari disiapkan, ibarat kita mau perang, semua tenaga, semua senjata, jenderal lapangan harus siap menalangi hal tersebut. Krasak Krusuk sudah mulai dilakoni sampai ilmu kelelawarpun di perankan alias kerja malam lebih baik daripada siang hari. terlalu dramatis kalau kita coba mengikuti jejak sukses para calon tersebut.

Hebatnya lagi, dengan gaya serta pola baru, ajang lebaran pun dijadikan sarana kampanye dengan cara menebar dan memperkenalkan diri lewat spanduk spanduk ucapan “Selamat Hari Raya..bla…bla” dan bahkan ada yang terang terangan membagi bagikan kartu nama, padahal hal tersebut belum tentu dapat menaklukkan hati masyarakat.

Jika kita coba menggali lebih dalam, apasih yang di butuhkan masyarakat, figure yang bagaimana sich yang bisa membuat masyarakat jatuh cinta, pemimpin yang bagaimana sich yang bisa membuat daerah mereka keluar dari segala kebijakan-kebijakan yang tidak sekedar wacana dan retorika belaka?

Mencoba menjawab hal itu, Sanggupkah para calon yang ikut dalam perlombaan mengejar suara untuk menjadi nomor 1 mengemban tugas 5 tahun kedepan seandainya tuan itu terpilih? Sejauh mana track record para peserta dalam “mengguncang” pembangunan di daerah mereka sebelum lebih jauh lagi menaburi janji.

Menjadi Nomor Satu Tidak tertutup bagi siapapun tapi untuk menjadi seorang pemimpin daerah bukanlah otak yang cerdas, bukanlah karena ketampanan, bukan pula karena kekayaan, juga bukan karena “urang bagak”, Duduk menjadi Pemimpin Daerah adalah tugas berat yang dititipkan Tuhan kepada mereka yang terpilih, termasuk juga dengan Tim Sukses yang bersama sama berjuang mengantarkan para jargonnya duduk menjadi Nomor 1 yang siap bertanggung jawab di dunia yaitu masyarakat dan bertanggung jawab di akhirat dengan ALLAH SWT.

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: