Beranda > Menye-menye > Wali Nagari Sebuah Cita-Cita…?

Wali Nagari Sebuah Cita-Cita…?

Tinggal menghitung hari Pilwanag Lubuk basung 2009 bakalan digelar, setidaknya rasa deg-deg-an sudah menjalar dalam tubuh para calon yang berkompetisi. Tim suksespun bergerak seperti sprint “menjual” karakter yang menurut dia pantas  untuk di-golkan dan diusung menjadi orang no 1 pada nagari tersebut. Janji manis pun mulai di umbar untuk merebut hati masyarakat, berbagai “gula-gula” pun sudah disiapkan untuk langkah pemenangan. Upss, Kita tidak usah mengkaji berapa rupiah yang terlontar demi memprovokasi para calon, mulai dari atribut yang bertebaran disana sini dengan wajah manis penuh senyum memikat demi eksistensi diri “inilah aku sang calon Wali Nagari Anda” dengan berbagai semoboyan serta visi misi yang sangat hampir mirip satu sama lainnya dari berbagai kandidat, cuma poin-poin nya aja yang dipindah dudukkan.

hmmmm, Nikmatnya ginseng saat mengkhayalkan andai aku jadi wali nagari, semua persiapan pasti sudah kumatang sebelum hari-hari pelantikan, mulai menyususn agenda kemenangan dengan beberapa TS (Tim Sukses), strategi dan taktik dalam “menyihir” masyarakat dan menyulap suara menjadi satu yang hanya tertuju padaku walaupun dengan sedikit “menyentil” para sainganku, mencoba untuk berlaku jujur mendulang suara dan pencitraan diri ternyata hanya sedikit menggugah dan akhirnya setelan putih yang begitu putih hasil karya istri tercinta ku dengan kesabaran dan penuh kehati-hatian telah menjadikan pelindung badan ku ini menjadi rapi membuat sudut baju begitu apik dan bersahaja jika ku kenakan di saat berhadapan langsung dengan Bupati. Bombastik..!!! Akulah Wali Nagarinya…!

Akhirnya, selesai juga pelantikan Wali Nagari Oleh Bupati, tamu tak terdugapun datang silih berganti mulai dari yang aku kenal dan tidak ku kenal memadati ruang tengah istana mungilku memberikan ucapan selamat, “musuh” selama perhelatan Pilwanag telah menjadi teman kembali, kalah dan menang tetap saja untuk kebaikan nagari yang kita cintai ini, duduk dan bercengkrama diantara senda tawa dan nikmatnya kopi hitam serta teh dan cemilan segar menghiasi acara temu ramah tersebut.

Andai aku flasback ke masa lalu, Cita cita jadi Wali nagari mungkin belum termasuk dalam rangkaian perjalanan hidupku yang di isi dengan target meraih gelar dokter ataupun insinyur yang sangat aku idam-idamkan waktu kecil dulu, karena jiwa sosial dan kemanusian lah makanya aku membanting biduk untuk berlabuh dan mengabdi kepada masyarakat tetapi dengan jalan berbeda yaitu menjadi seorang Wali Nagari. Gebrakan pertamaku sebagai seorang Walinagari adalah mengembalikan kembali fungsi ABSSBK (Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi kitabullah), berawal dari sini amanah menjadi seorang Wali nagari aku pertaruhkan untuk sebuah ABSSBK yang sudah lama “terninabobokan” dikarenakan begitu kuat nya arus masuk informasi serta teknologi modern yang tidak terbendung serta kurangnya filterisasi untuk memangkas hal-hal yang tabu menjadi tidak tabu “aurat bertebaran dimana-dimana” dengan tidak memperdulikan lagi budaya malu. Program-program yang telah diagendakan dan didudukan dengan para tokoh masyarakat dan pemerintahan yang ada sebagai penompang daya dukung kuat untuk terealisasi dan suksesnya pekerjaan ku pada 6 tahun kedepan.  Andai Aku Wali Nagari………….(Wendry Desya Putra, S.kom-Koordinator Agam Media Center)

Iklan
Kategori:Menye-menye Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: