Beranda > Artikel, Menye-menye > Mensiasati Mati Agar Memeluk Syurga

Mensiasati Mati Agar Memeluk Syurga

Selesai sholat jumat (23/7) saya mencoba menghitung dan menejewantahkan tentang sebuah kata “kematian”, banyak orang yang saya tanyakan merasa merinding dan takut jika berbicara seputar kematian, mereka berujar “ganti aja topik lain yang lebih fresh”.

Nah, berangkat dari sini saya menjadi penasaran, rahasia apa yang tersimpan di balik itu semua. Makanya sebagai orang beragama masih jauh dari mengerti dan masih belajar mendalami tentang agama mencoba mengangkat judul “Mensiasati Mati Agar Memeluk syurga”

Saya coba bersemedi di depan komputer sambil tangan ini standby di atas keyboard dan mouse, akhirnya saya temukan sebuah formula sebelum mati untuk memacunya selama ajal masih melekat di badan, untuk mensiasati mati agar bisa memeluk syurga, diantaranya :
1. Melaksanakan Semua Perintahnya Dan Meninggalkan Semua Larangannya
2. Menghindari Sifat ghibah, munafik
3. Berkata jujur
4. Rajin berinfak dan bersedekah.
5. Menyantuni Anak Yatim
6. Tidak Membedakan Apapun Dalam Bersosialisasi dan Berinteraksi.
7. Sifat Penyayang Dan Mencintai Kepada Makhluk Ciptaan Tuhan.
8. Tidak Riya.
9. Tidak Korupsi (ini yang lagi trend saat ini)
10. Berkata yang santun dan sopan.
11. Hindari Maksiat
12. Banyak Lagi Yang Lain…………

Jika sebahagian dari poin di atas bisa kita tunaikan, insyallah Syurga ada di depan mata kita. Kelemahan dan kerawanan poin-poin diatas adalah susah dan berat untuk di laksanakan karena kita bakalan bertemu dengan makhluk allah yang pembangkang yaitu Tuan Syetan.

Tuan Syetan ini lah yang membuat kita selalu terhipnotis dan terlena sehingga membuat jarak dari hari ke hari semakin jauh ke poin-poin di atas. Entah pelet dari mana yang Tuan Syetan Kuasai  sehingga kita sebagaio makhluk yang sempurna bisa terpedaya oleh bujuk rayu nya.

Mumpung ramadhan sebentar lagi datang, sudah saat nya kita berbenah diri, memperbaiki kebocoran-kebocoran jiwa dan menyumbatnya dengan siraman-siraman rohani. Kabarnya Tuan Syetan Kalo bulan puasa di masukkan dalam Penjara, Berarti kita bisa bebas menghirup udara iman tanpa ada tekanan dan bujuk rayu tuan syetan.

Tapi, nah ini ada tapinya loh, jika Tuan Syetan sudah di ikat dan di kunci di dalam penjara selama  bulan suci ramadhan, jika masih ada makhluk tuhan yang melanggar perintah dan laranggannya selama bulan puasa berarti mereka ini tergolong……………….?

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi Yang Menjalaninya, Semoga Kita Dapat Meraih Kemenangan Pada Syawalnya nanti. Minal Aidin Wal Faidzhin dari Wendry Desya Putra, S.Kom Dan Keluarga.

Kategori:Artikel, Menye-menye
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: