Beranda > Uncategorized > Ramadhan Disambut Dengan Petasan

Ramadhan Disambut Dengan Petasan

Bulan suci ramadhan adalah bulan penuh hikmah, bulan penuh berkah, dimana semua pintu pahala terbuka lebar dan di prodeonya para syetan selama umat muslim menunaikan ibadah yang bertamu sekali setahun, diseluruh dunia.

Kedatangan ramadhan sebahagian orang menyambutnya dengan penuh cinta dan rindu, seperti menunggu kekasih pulang dari jauh. Beda lagi dengan sebahagian orang yang lebih suka menyambut ramadhan dengan ledakan-ledakan serta dentuman-dentuman baik itu meriam maupun petasan.

Petasan bagi mereka adalah sebuah permainan yang cukup mengenakan dan berbanding terbalik dengan mereka yang tidak menyukai petasan, yang selalu membawa bencana salah satunya luka bakar.

Meriam adalah permainan yang di buat dari bambu yang bisa mengeluarkan bunyi seperti meriam Belanda jaman penjajahan dulu, efeknya pun bikin telinga rusak dan bisa membuat mata terbakar akibat dari semangat meniup lobang meriam supaya mengeluarkan asap dan bunyi yang menggelegar.

Fenomena dari petasan dan meriam haruslah segera dipelajari dan dibuatkan aturannya. karena dampak nya cukup membahayakan dan mengganggu ketenangan.

Begitupun juga dengan aparat terkait, agar petasan dan meriam ini secepatnya di gelar operasi pasar untuk menertibkan para pedagang yang bisa secara sembunyi-sembunyi menjualnya, kadang anak-anak dibawah umurpun juga berani menggunakannya untuk kesenangan semata tanpa memikirkan efek dan dampak dari benda tersebut.

Peran aparat sangat diharapkan masyarakat, demi nyaman dan khidmatnya pelaksanan ibadah selama bulan suci ramadhan.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: