Beranda > Kata Bijak dan Motivasi, Menye-menye > FITRAH ITU BUKAN SEKEDAR KAMUFLASE

FITRAH ITU BUKAN SEKEDAR KAMUFLASE

WENDRY DESYA PUTRA

WENDRY DESYA PUTRA

Setelah berkah ramadhan dan sekarang kita semua dianggap sudah kembali ke fitrah bagi yang benar-benar menangguk hidayah fitri yang berujung dengan silaturrahim kerumah sanak keluarga dan family sebagai simbol intipati dari sebuah hari lebaran.

Berpacu dengan waktu, berteman dengan kemacetan bahkan hiruk pikuk suasana di jalan raya menuju sebuah kampung halaman maupun rumah mertua menimbulkan sebuah instrumen yang sudah hafal di telinga pada setiap lebaran 1 syawal yang bertamu kepada kita.

Banyak yang ketiban rezeki menjelang beduk dan gema takbir menggema, termasuk mobil rental yang laku habis di pindahkan hak miliknya hingga usai lebaran. Pemilik Showroom mobil dan motorpun pun tak kalah sumringahnya ketika melihat mobil yang ditelurkan dari showroomnya sudah merayap dan merangkak dijalan, Amazing untuk sebuah lebaran.

Tak kalah hebatnya, sebahagian pemerintah daerahpun juga memberikan lampu hijau kepada para pejabatnya untuk bisa berlebaran dengan mobil dinas “mobil Plat Merah” membawa keluarga untuk menikmati lebaran di kampung.

Ketiga cerita diatas hampir sama tujuannya, jika tidak salah diartikan adalah menurut kebiasaan pulang kampung dari rantau untuk menunjukan sebuah kesuksesan kita di rantau tetapi dengan ilustrasi dan terjemahan yang berbeda pula.

Jika puncak kesuksesan tersebut dilambangkan dengan sebuah gunung kesombongan maka lebaran yang kita targetkan kembali ke fitri akan tercoreng dan menjadi mubazir serta sia-sia saja perjuangan 30 hari kita berenang menenggelamkan diri pada ramadhan yang suci.

Jangan juga dipaksakan diri yang telah bersih ini ditunggangi hawa nafsu untuk sebuah kesuksesan kamuflase sesaat, dimana ujung dari lebaran ini menjadi pembalasan bagi kita untuk mengais rejeki menutupi lubang yang telah terang-terangan kita gali, dan berakhir dengan “karma ” yang lebih besar lagi.

“Dekaplah Kesederhanaan, Selamat Lebaran Idul Fitri 1432 H, Minal Aidin Wal Faidzhin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin” (Wendry Desya Putra dan Keluarga).

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: