Beranda > Artikel, CIO (Chief Information Officer), Tips Dan Trik > Proses Bisnis Reenginering Pada Instansi Dinas Kominfo Kabupaten Agam

Proses Bisnis Reenginering Pada Instansi Dinas Kominfo Kabupaten Agam

Kemajuan teknologi informasi yang pesat serta pemanfaatannya secara luas telah membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan media elektronik merupakan faktor yang sangat penting, sehingga penataan yang sedang dilaksanakan harus pula diarahkan untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Agam menuju masyarakat “melek” informasi.

Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini menuntut terbentuknya pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif di mana masyarakat menuntut pelayanan publik yang memenuhi kepentingan masyarakat luas, dapat diandalkan dan terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif. Untuk itu Pemkab Agam harus mampu membentuk dimensi baru ke dalam organisasi, sistem manajemen, dan proses kerja yang lebih dinamis. Dengan demikian perlu dikembangkan sistem dan proses kerja yang lebih lentur untuk memfasilitasi berbagai bentuk interaksi yang kompleks dengan lembaga-lembaga lain, masyarakat, dunia usaha, dan perantau Agam maupun manca negara.

Inilah salah satu peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai garda terdepan penyebarluasan informasi sekaligus keranjang promosi bersama dengan Bidang telematika dan Pengolahan Data Elektronik (PDE) sekaligus Agam Media Center “Pusat Data dan Informasi” yang lebh dikhususkan pada bidang jurnalistik yang harus mampu “menjual” Kabupaten Agam ke Dunia Luar sehingga bisa menjadi santapan lezat untuk tergiur melangkahkan kaki ke daerah yang terkenal kompleks seni dan budaya maupun potensi daerahnya agar bisa menjadi lebih terbuka untuk membangun kemitraan dengan dunia usaha (public-private partnership), memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan dan mendistribusikan informasi bagi pelayanan publik. Oleh karena itu ketika masyarakat mendambakan terwujudnya reformasi sektor publik, pemerintah harus segera melaksanakan proses transformasi menuju e-Government.

Melalui proses tersebut, pemerintah Kabupaten Agam diharapkan dapat mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat- sekat organisasi dan birokrasi, serta membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan lembaga-lembaga pemerintah bekerja secara terpadu.

Pada tugas kuliah Layanan Elektronis Saya coba memaparkan sedikit pengetahuan saya tentang “Suatu Proses Bisnis” yang perlu rasanya diperbaiki dengan memakai fase-fase Bussines Proses Reengineering.

Pemerintah Kabupaten Agam Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Bidang Telematika dan PDE sekaligus bekerjasama dengan Agam Media Center (AMC) yang 2 tahun belakangan ini selalu mendapat perhatian “khusus” dari Kemkominfo sebagai media yang sangat gentol mempromosikan Pemkab Agam melalui dunia maya dan karya-karya jurnalistik untuk bisa menjual dan menciptakan pemikat bahwa Kabupaten Agam salah satu candu daerah yang memiliki komplektifitas keanekaragaman budaya ke Dunia Luar melalui sebuah website www.agamkab.go.id dan http://agammediacenter.blogspot.com

Untuk itu, diperlukan beberapa langkah-langkah praktis melalui perbaikan-perbaikan dan pengembangan sehingga content-content yang ada bisa lebih “berbicara” ketika user melakukan klik pada salah satu fitur yang mampu mewakili apa keingintahuan user tentang potensi Kabupaten Agam.

  1. Tujuan dan sasaran proses bisnis, bagi Pemkab Agam dengan adanya sebuah website, maka secara otomatis masyarakat bisa dimudahkan dan dimanjakan untuk lebih mengatahui tentang Agam secara lebih luas lagi, bukan itu saja dimana masyarakat agam berada maka Agampun akan selalu ada untuk mereka.
  2. Kapasitas atau fitur system website Agam saat ini, memang terasa masih belum sempurna karena perkembangan informasi saat ini seperti jamur dimusim hujan, sebagai media informasi updating data harus terus dilakukan jika sesaat saja kita “koma” maka tujuan website sebagai media informasi yang up to date akan tergilas dan bisa lambat laun ditinggalkan user.
  3. GAP Analys (Kekurangan yang harus diperbaiki), sebelum ini website Agam beberapa tahun belakang pernah menempati tempat terhormat sebagai salah satu website terbaik dan interaktif versi majalah computer aktif dan kemudian website yang sudah boleh kitakan sebagai media informasi seseuai dengan program pemerintah di bidang e-Government versi Departemen Kominfo RI dan juga Kabupaten Agam pernah menjadi terbaik dalam penyelenggaraan e-Gov versi media Warta Ekonomi juga pernah di cap sebagai centernya content pemda yang paling banyak di kunjungi dan di klik versi Depkominfo RI. Tapi beberapa tahun terakhir, Agampun mulai terbuai dengan sederetan perestasi sehingga sering terninabobokan dengan masalah “updating” data, begitupun dengan kaderisasi untuk maintenance website, SDM hanya mampu untuk sekedar entry data dan upload data tidak lagi sebagai pembaharu maupun “penggoreng” aplikasi website, ibarat layang-layang yang tergantung dengan kekuatan benang dan panjangnyanya benang, jika terjadi ditengah perjalanan “misscomunication” maka layang-layang itu akan terbang meninggalkan kita, sehingga semuanya perlu menata ulang lagi, akhirnya budget Pemkab Agam berkutat seputar itu saja, miris memang..!
  4. Sintesis Solusi (Proses Bisnis Baru), perlu secepatnya membangun kembali satu komitmen bersama untuk merih lagi kejayaan dimasa lampau dengan meningkatkan kualitas SDM yang ada dengan cara mensortir orang-orang yang benar orang bukan orang-orangan, maksudnya jika memilih padi carilah yang berisi jangan yang kosong walaupun bentuk luarnya sama. Untuk pengembangan selanjutnya, perlu juga dipikirkan bahwa melalui sebuah media online (website pemda maupun blog Agam Media Center) kita bisa mendatangkan income untuk menambah pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melakukan kerjasama bersama pihak swasta, maka dari sanalah kita bisa merasakan sebuah media informasi itu bukan saja milik pemda tapi milik bagi masyarakat luas. Dengan demikian apa yang dicita-citakan untuk menciptakan masyarakat melek dan sadar informasi akan segera terwujud.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: