Beranda > Artikel, CIO (Chief Information Officer) > Chief Information Officer – CIO, Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Chief Information Officer – CIO, Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Chief Information Officer – CIO, Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Abstrak :

Pesatnya perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi dan broadcasting memberikan dampak yang besar bagi enterprise – yaitu organisasi profit maupun non profit. Perubahan dunia menuju digital economy tersebut membawa dampak yang besar terhadap kelangsungan suatu enterprise. Berlebihnya informasi, munculnya teknologi baru dan usangnya teknologi lama dan tekanan-tekanan dari competitor untuk menguasai market, membuat suatu enterprise perlu melakukan perubahan-perubahan secara cepat dan efisien berbasis yang teknologi dan informasi. Oleh karena itu diperlukan kemampuan mengelola informasi dan teknologi, manajemen risiko, manajemen pengetahuan, dan investasi. Keempat hal tersebut yang harus dilakukan oleh Chief Information Officer ( CIO ).

Pembahasan tentang CIO diawali dengan kondisi realita di dunia enterprise dan kemudian pendapat-pendapat tentang CIO yang berdasarkan hasil survey. Dilanjutkan kemudian dengan Peranan dan Persyaratan CIO, Peranan CIO di BUMN Industri Startegis PT YYYY – Indonesia dan diakhiri dengan kesimpulan tentang CIO.

Kata Kunci : Gaj CIOi, Survey, Teori Keagenan, Kapanpun-Dimanapun-Layanan Apapun,

CIO, Business enabler

Masalah : Apa dan siapa CIO

Metode : Melakukan studi literatur dengan cara mengumpulkan informasi dari seminar, konferensi dan Internet.

Pembahasan

Gaji CIO

”Gaji CIO bisa menembus ratusan juta rupiah per bulan. Seorang narasumber membisikkan, gaji CIO di grup perusahaan besar bisa Rp60–90 juta per bulan. Sementara itu, di perusahaan dengan skala menengah gajinya Rp40–60 juta. Sedangkan perusahaan beromzet kurang dari Rp100 miliar per tahun mampu menggaji CIO paling tinggi antara Rp20–30 juta per bulan”1)

Hasil Survei tentang CIO

Menurut Price Waterhouse Coopers2) tentang peran CIO pada tahun 1990-an, hubungan CIO dengan teknologi adalah sebesar 76%, sedangkang tahun 2000-an menjadi 20% dan bahkan berubah menjadi mitra strategis CEO dalam memberi dukungan solusi strategis organisasi.

Survei global IBM yang melibatkan lebih dari 170 CIO perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia lewat suatu survey yang berjudul IBM CIO Leadership Forum Survey menunjukkan bahwa :
Kurang lebih sekitar 84% CIO percaya bahwa TI secara signifikan akan mengubah industri
Kurang lebih 16% dari CIO yang mengakui bahwa perusahaan mereka sudah sepenuhnya memanfaatkan TI.

Dalam studi IBM yang lain, IBM Global CEO Study, telah dilakukan riset komprehensif terhadap 750 Chief Executive Officers (CEO) dengan hasil :

· 80% di antara CEO memandang Integrasi bisnis dan teknologi sebagai hal yang sangat penting.

o 45% dari para CEO dari angka di atas sudah mengintegrasikan kedua unsur tersebut secara luas di dalam perusahaan mereka.

Menurut para CEO yang telah mengintegrasikan bisnis dan teknologi, mengatakan bahwa perusahaan mereka telah mengalami peningkatan pendapatan 3 kali lipat lebih sering dari perusahaan-perusahaan yang kurang terintegrasi. Kelompok CEO ini juga mengaku dapat meraih pendapatan 5% lebih cepat dari pesaing-pesaingnya

Menurut Julianto Sudarto, Country Managing Director Accenture, penelitian terhadap CIO atau CTO tentang peran mereka dalam pengembangan teknologi informasi (TI), termasuk urusan belanja dan pengelolaannya menunjukkan 60% dari mereka telah diberi tanggung jawab menentukan kepentingan bisnis perusahaan.

Lembaga Riset Accenture telah melakukan penelitian terhadap 48 CIO dan CTO di Malaysia, Singapura dan Indonesia – yang merupakan bagian dari penelitian global Accenture terhadap 500 CIO dari perusahaan publik maupun swasta di 22 negara.

Menurut Julianto Sudarto, Country Managing Director Accenture, hasil penelitian terhadap CIO atau CTO tentang peran mereka dalam pengembangan teknologi informasi (TI), termasuk urusan belanja dan pengelolaannya menunjukkan :

· 60% dari mereka telah diberi tanggung jawab menentukan kepentingan bisnis perusahaan.
Belanja TI di Indonesia mayoritas ditentukan divisi TI (50%), Singapura 12% dan Malaysia 27%. Sementara itu, arahan kantor pusat hanya 21% — ini pun bila ada penyelarasan program yang bersifat global.
Untuk perubahan infrastruktur yang dominan dan alih daya infrastruktur, CIO di Singapura lebih berperan ketimbang CEO-nya (masing-masing 94%), sementara di Malaysia 80% dan Indonesia Hanya 77% dan 71%.
Untuk keputusan aplikasi (upgrade, perubahan atau alih daya), Persentase keterlibatan CIO Indonesia berkisar 31%-57%, sedangkan di Singapura 50%-94%.

Hasil survei Lynda Applegate, Profesor di Harvard Business School tentang aktivitas kerja yang dilakukan seorang CIO dalam bekerja, menunjukkan bahwa kegiatan utama CIO adalah Strategi perusahaan, SDM dan Operasi. Hasil survei tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar 1 Aktifitas CIO4)

Bila dilihat pada gambar 1-Aktifitas CIO, faktor teknis TI hanya 19% dari total 100%. Hal ini menunjukkan faktor teknis tidak memberikan kontribusi yang sangat berarti, karena faktor strategi (27%), SDM (17%), Operasi (13%) dan sebagainya justru lebih diutamakan. Dari hasil survei di atas dapat terlihat alasan utama mengapa CEO cenderung menyukai CIO berlatar belakang non TI. CEO akan lebih mudah berkomunikasi dengan CIO yang bersifat “business managers” daripada “technical managers”. Sehingga, pengetahuan bisnis dan manajemen yang memadailah yang lebih diperlukan dalam kriteria pemilihan CIO.

Latar Belakang pentingnya Informasi, Teknologi dan Komunikasi

Kasus fraud yang menimpa Enron, WorldCom, Philadelphia, Tyco menyadarkan kalangan bisnis di AS tentang pentingnya IT Governance. Bahkan dibuatlah the Sarbanes-Oxley Act di tahun 2002 untuk mengembalikan keyakinan para stakeholder. SOA mewajibkan eksekutif perusahaan menyatakan pertanggung-jawaban mereka dalam membangun, mengevaluasi dan memonitor keefektifan sistem pengendalian intern dimana fungsi IT menjadi sangat krusial untuk memenuhi persyaratan tersebut. Akibat dari SOA tersebut :

· Belanja IT di seluruh dunia naik dengan pertumbuhan 5% atau US$916 milyar di tahun 2004 (IDC, 2005), Lebih dari US$ 3,1 triliun pada 2006 dan diperkirakan meningkat di tahun 2007.

· Khusus belanja IT di Asia Pasifik, ternyata pembelanjaan TI (11%/tahun) melampaui kawasan lain di dunia.

o India dan Cina berada di jajaran terdepan dari pembelanjaan ini (tumbuh 40% dan 20% per tahun).

o Kawasan Asia Tenggara tumbuh dua digit.

Kasus Enron tersebut diatasi dengan IT Governance, salah satunya dengan GCG – Good Corporate Governance. GCG dapat mengatasi teori keagenan di dalam bisnis dengan cara penggunaan perangkat-perangkat IT.

Teori keagenan di dasarkan pada 3 asumsi yaitu :
Asumsi sifat manusia :

Asumsi sifat manusia menekankan bahwa manusia mempunyai sifat mementingkan diri sendiri, mempunyai keterbatasan rasional dan tidak menyukai resiko.
Asumsi keorganisasian

Asumsi keorganisasian menekankan adanya konflik antar organisasi, efisiensi sebagai kriteria efektifitas dan adanya asimetri informasi antara principal dan agen.
Asumsi informasi

Asumsi Informsai menekankan bahwa informasi sebagai barang komoditi yang dapat diperjual belikan.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan membanjirnya informasi, maka kegiatan bisnis menjadi semakin kompleks. Hal ini disebabkan semakin dekatnya “jarak” antara pelaku bisnis, boleh dikata dalam hitungan detik para pelaku bisnis dapat saling berhubungan dalam bentuk apapun. Ada 3 faktor utama yang menyebabkan perubahan-perubahan mendasar pada kegiatan ekonomi :
Teknologi

Kemajuan-kemajuan Hardware di dunia komputer, di dunia telekomunikasi, dan trend bergabungnya teknologi-teknologi tersebut dan teknologi lainnya dengan tujuan menyediakan Layanan Universal, Personal dan dengan kemampuan mobilitas. “ Kapan pun, di mananpun, layanan apapun”. Hal ini tidak lepas dari teori keagenan di atas.
Pasar

Akibat dari kemajuan teknologi, terjadi juga perubahan-perubahan di sisi Market. Perubahan dari Kekuatan kustomer yang ingin Layanan apapun, Kapan pun, dan di manapun membawa perubahan pula di sisi Vendor. Munculnya real time operation, JIT, TQM, CRM semuanya tidak lepas dari persaingan vendor untuk menyediakan Layanan bagi kustomer. Bakan vendor bisa jadi harus merubah strategi perusahaannya, proses bisnis dan manajemennya.
Regulasi

Perubahan teknologi dan pasar, membuat pemerintah perlu membuat aturan-aturan baru. Perubahan teknologi yang menyebabkan perubahan perilaku bisnis, harus di atur dengan aturan-aturan baru.

Dampak langsung yang timbul dari sebab-sebab di atas dapat kita rasakan secara langsung, antara lain :
Interaksi yang intens dengan vendor dan konsumer
Perubahan Managemen dan Teknologi
Perubahan Atitude para eksekutif dan stakeholder

Peran CIO

Disinilah CIO dituntut perannya. CIO harus bisa membuat suatu perusahaan mendapat profit margin yang besar akibat adanya perubaha-perubahan teknologi, pasar dan regulasi yang membawa dampak perubahan perilaku bisnis.

Menurut Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi/CIO PT Telkom Tbk, CIO memiliki peran dalam mengeliminasi kompleksitas dengan memilih teknologi yang bisa mendukung sasaran kegiatan bisnis. Dan hal itu dimulai dari praktek-praktek manajemen, bukan dari teknologinya.

Menurut Presiden Direktur IBM Indonesia Betti Alisjahbana, peran CIO sekarang adalah menjadi TI pemberdaya dan katalis inovasi. Tujuannya adalah untuk menentukan arah bisnis strategis dan menawarkan ide-ide baru serta menyejajarkan TI sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat bisnis. Jadi, peran CIO berubah dari business support menjadi business enabler3)

Tugas CIO :
Munculnya tugas dan wewenang CIO di bidang strategis dan semakin meningkatnya peran tersebut. CIO harus mengenali pengaruh TIK terhadap organisasi, menentukan arah / strategi TIK yang menjamin adanya keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TIK
Antisipasi perubahan teknologi, market dan regulasi.

Kemampuan mengenali perkembangan, potensi teknologi dan bisnis TIK dalam konteks pemanfaatan peluang bagi organisasi dan transformasi organisasi dan perlu menekankan kepada pelaku organisasi tentang pentingnya era web-based services dibandingkan kemajuan teknologinya sendiri
CIO bertugas mengorganisasikan dan melindungi asset-aset TI perusahaan

Menentukan dan menjamin tatakelola TIK yang benar dan baik dalam organisasi sehingga dinamika organisasi selalu menuju pada tujuannya.
CIO bertugas sebagai visioner yang memimpin dan mengendalikan strategi perusahaaan.

Merumuskan visi dan misi; menterjemahkannya menjadi tujuan organisasi; kemudian menjalankan dan memimpin organisasi TIK untuk mencapai hasil-hasil sesuai visi, misi dan tujuan organisasi
CIO menjadi leader dalam pengukuran dan pengembangan new computing.

Mendemonstrasikan dan melakukan pengukuran nilai dari TIK, secara proaktif mengatur performansi berdasarkan hasil yang didapatkan.
CIO bertugas untuk menjembatani Gagap teknologi

Mendistribusikan teknik baru hasil pengembangan, alat dan pendekatan yang dilakukan

Persyaratan CIO

Untuk menjadi CIO, orang harus memenuhi persyaratan CIO, antara lain:
Figur CIO adalah yang memiliki kemampuan bisnis

Kebutuhan perusahaan terhadap figur CIO mengalami pergeseran. Rata-rata figur CIO yang dicari adalah yang memenuhi persyaratan dan kompetensi yang lebih tinggi, serta memenuhi kriteria business people, bukan techno people. Bahkan banyak perusahaan saat ini yang mencari CIO yang memiliki latar belakang keuangan. Oleh karena itu CIO harus mempunyai kompetensi
kepemimpinan bisnis seperti negosiasi, hubungan dengan pelanggan, kontrak,
kemampuan tentang manajemen perubahan karena perubahan yang cepat di bidang teknologi, market dan regulasi.
Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Pada ummumnya Profesional TI suka akan informasi terbaru dari teknologi terbaru. Sehingga lebih banyak berinteraksi dengan mesin daripada dengan manusia lain. Atau biasa disebut “technologist” yang pendiam dan tertutup dalam hubungan sosial tetapi cenderung kompleks, detil dan komplit saat bicara tentang bidang yang memang disukainya.

Berbeda dengan pola komunikasi seorang “businessman” yang lebih generalis dan menyukai solusi yang sederhana, sering bermetafora dalam negosiasi dan lobi.
Pengetahuan manajemen yang bagus

CIO juga harus “mengerti” seluk beluk bisnis dan manajemen, mengerti arti investasi dan menerjemahkannya dalam bentuk hitungan finansial bisnis (misalnya ROI, Cashflow, NPV), dapat menjalankan fungsi manajemen lintas departemen, dan menciptakan value bagi peningkatan revenue perusahaan melalui TI dengan strategi bisnis yang tepat. Dengan demikian CIO harus memiliki kompetensi di bidang manajemen teknologi informasi, perencanaan strategis teknologi informasi, manajemen proyek teknologi informasi
MempunyaiSoft-skills dan Hard-skill yang bagus

CIO harus mempunyai kompetensi di bidang teknis yaitu kompetensi penguasaan teknologi informasi. Sepuluh hal-hal dasar yang diinginkan dari seorang CIO di Indonesia adalah kemampuan soft-skill dan hard-skill.

· Soft skill :

Kemauan belajar hal baru, Jujur, Kreatif/inovatif, Bahasa Inggris, Disiplin, Kemampuan analisis, Kemampuan bekerja dalam tim, Ketrampilan interpersonal, Komunikasi lisan, Problem solving skills

· Hard-skills

Keamanan jaringan (networking security), Algoritma, Perancangan basisdata, Struktur data, Administrasi jaringan, Ketrampilan terkait dengan hardware, Metode pengembangan system informasi, Object oriented analysis/ design/ programming, SQL, TCP/IP

Problematika yang dihadapi CIO

Dalam pekerjaanny, seorang CIO akan menghadapi banyak masalah. Masalah-maslah yang sering dihadapi8) antara lain :

Rank Issue

1 IT and Business Aligment

2 Attracting, developing, retaining IT Professional

3 Security and Privay

4 IT Strategic Planning

5 Speed and Agility

6 Government Regulation

7 Complexity reduction

8 Measuring the performance of the IT Organization

9 Creating an information Architecture

10 IT Governance

Peranan CIO di PT.xxx

Berdasarkan 3 kelompok perubahan yaitu teknologi, market dan regulasi, maka CIO-nya dituntut untuk :
Menguasi kemajuan di bidang teknologi.

Perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi dengan munculnya teknologi-teknologi seperti GPRS, CDMA-200, cdma-2000 EV-DO, 3G, WiMax, dll sangat perlu di antisipasi dan katalog-kan. Saat ini bisnis yang diterjuni adalah :
Teknolgi Akses Radio GSM, 2.5G, 3G dan 3,5G
Teknologi Akses Radio cdma2000, cdma2000 EV-DV dan cdma 2000 EV-DO
Teknologi Akses OAN, MS-OAN
Teknologi Transport SDH Optik, NGN SDH
Teknologi Transport SDH dan PDH Radio
Teknologi Next Generation Network
Teknologi Civil, Mechanical, Electrical seperti Tower, Shelter dan Gedung, Genset
Teknologi Akses berbasis IP Pre-Wimax, Wimax
Menguasai pemahamam tentang Market

Perubahan teknologi dan kemajuan industri menyebabkan globlasisasi sehingga terbuka peluang bagi vendor-vendor di luar masuk ke Indonesia beserta teknologinya. Hal ini memang tidak bisa dibendung. Sehingga perusahaan harus mengubah strategi-nya.

Salah satu contoh perubahan strategi ini sudah dialami oleh perusahaan telekomunikasi asal Amerika, yaitu Motorola. Motorola melakukan produksi di China agar memperoleh harga produk yang murah dan dekat dengan pasar Asia.

Sebagai contoh persaingan adalah :

· Produk dari China ZTE untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories

· Produk dari China Huawei untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories

· Produk dari Taiwan Repeater seperti Comba

· Produk dari Korea untuk CDMA, Transmisi dan Aksesories

· Produk-produk dari Eropa Untuk GSM seperti Nokia, Siemen, Ericsson, Motorola

Perubahan Strategi ini harus di dukung dengan informasi-informasi bisnis dan juga teknologi yang tepat.

Selain munculnya producen-produsen dari asia, munculnya operator-operator baru memunculkan pula pola bisnis baru. Operador Baru dengan dana yang tidak terlalu besar, harus bersaing dengan operador-operator lama yang sudah melampui Break Event Point. Dengan coverage yang sangat luas tentunya dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, maka muncul pola baru :

– Pola Build, Operate and Transfer ( BOT )

– Pola Build, Operate – Leased ( BOL )

– Pola Sharing Infrastruktur
Menguasai pengetahuan tentang Regulasi

Munculnya perubahan teknologi menjadikan munculnya aturan-aturan baru.

· Kewajiban bagi operator untuk menyediakan Layanan Universal USO

· Seperti aturan frekuensi 3 G dan telah dilakukannya lelang frekuensi 3 G,

· frekuensi WiMAx yang belum ditentukan,

· aturan VoIp, Multimedia dan mungkin juga aturan tentang Unified License.

Disinilah PT.xxx dituntut untuk memperjuangkan kepentingannya di bidang regulasi.

Dengan mencermati perkembangan-perkembangan teknologi, market dan regulasi, maka CIO dituntut untuk mengikuti perubahan dengan memperhatikan kondisi perusahaan. Kondisi perusahaan saat ini adalah :
Strategi

Menjadi penyedia jasa bagi pelanggan. Saat ini PT.xxx menjadi penyedia jasa di operator-operator telekomunikasi seperti TELKOM, INDOSAT GROUP, TELKOMSEL, MOBILE 8, XL, ESIA. Di bidang teknologi, xxx tidak mempunyai core produk. Strategi bisnis yang sudah berhasil dilakukan selama ini adalah sebagai main kontraktor dengan pembiayaan sendiri atau dengan pola Konsorsium. Di bidang regulasi, xxx tidak dapat mempengaruhi regulasi.

Dengan perubahan-perubahan tersebut maka seorang CIO bertugas untuk membantu :
Menyediakan infrastruktur untuk Decision Making
Koordinasi dengan berbagai divisi bisnis untuk melakukan pemilihan partner, produk, dan pelanggan
Arsitektur IT

Seorang CIO harus bisa memotret keadaan IT di perusahaan dan kemudian melakukan analisa apakah sistem informasi tersebut sudah efektif. Pada umumnya sistem yang digunakan adalah de-sentralisasi di berbagai Divisi, bahkan seperti PT.xxx tidak mempunyai Divisi khusus yang menangani IT. Sehingga jika terjadi gangguan, tidak ada kejelasan tanggung jawab. Biasanya di departemen-departemen tersedia aplikasi-aplikasi yang berbeda. Demikian juga data-data. Data-data lebih banyak tersimpan di pengguna, sehingga tidak ada sharing data. Masing-masing divisi mempunyai kebijakan-kebijakan sendiri. Produk kadang-kadang ditangani oleh banyak divisi sehingga terjadi double investasi, double SDM dan terjadi perbedaan-perbedaan harga untuk produk yang sama.

Sumber Daya Manusia

Dengan perkembangan teknologi dunia yang pesat, maka dibutuhkan tenaga terdidik dan tenaga ahli dengan kemampuan yang harus berubah secara cepat pula. Di PT.xxx sebagian besar berpendidikan bukan sarjana dan menjadi pejabat strategis, sehingga lebih banyak berhubungan dengan sistem informasi Transaction Processing System. Knowledge worker jumlahnya sangat sedikit dan kebanyakan fungsional. Dengan gaji yang rendah dan tanpa posisi, sudah banyak Knowledge worker yang pindah perusahaan. Perpindahan knowledge worker tersebut disertai pula perpindahan kemampuan yang melekat.
Operasi

Di bidang operasional sehari –hari, sudah berjalan Sistem Informasi Pelaporan yang terintegrasi. Tetapi masih banyak perbedaan harga beli dan harga jual dari divisi-divisi dan belum terjadi sinkronisasi. Di samping itu, masih banyak divisi yang belum mendasarkan layanannya pada web-service. Kegiatan operasional yang meliputi Instalasi, test commissioning dan integrasi, Manajemen Proyek serta Maintenance belum terkontrol secara on-line.

Dengan kondisi-kondisi tersebut di atas, maka CIO mempunyai fungsi-fungsi antara lain :

Di bidang Strategis :
Membantu merumuskan kebijakan strategis
Membantu transformasi bisnis tradisional menjadi e-bisnis
Menyelaraskan kemajuan bisnis dengan teknologi, informasi dan telekomunikasi
Melakukan inovasi di bidang produk-produk pengembangan sendiri

Di bidang Operasional, Maintenance dan Services
Menyediakan Layanan terhadap pelanggan, terhadap pemasok dan terhadap internal perusahaan yang berbasiskan web-service
Membantu Perubahan bisnis secara cepat
Membantu pemilihan supplier
Mengadakan e-auction dan e -procurement
Penguasaan dan Pemerataan Kemampuan Teknologi
Penyelarasan data-data di seluruh divisi bisnis
Penyelarasan sistem informasi
Mereduksi Biaya Produksi dan Meningkatkan Profit Margin
Mendekatkan PT.xxx dengan perusahaan rekanan melalui Web Service dengan layanan-layanan seperti Maintenance, Monitoring kemajuan proyek

Di bidang korporasi
Mengurangi korupsi dengan implementasi TI sebagai wahana GCG
Meningkatkan kualitas dan kemampuan SDM dan memperbanyak knowledge worker
Meningkatkan Penerapan Sistem Informasi

Kesimpulan
Chief Information Officer adalah Pejabat yang mempunyai kompetensi bisnis-manajerial, kompetensi teknologi informasi untuk menentukan strategi dan operasional perusahaan berdasarkan data, informasi, knowledge yang terintegrasi dan akurat.
Peran Chief Information Officer (CIO) merupakan bagian dari manajemen yang bertugas menyelaraskan perubahan dan kemajuan Teknologi, Bisnis dan Regulasi dengan kepentingan bisnis perusahaan.

Daftar Pustaka

1) http://www.warta-ekonomi.com, Rabu- 24 Oktober 2007

2) http://www.warta-ekonomi.com, Majalah Warta Ekonomi No. 22,

3) http://www.detik.com, detikINET, Senin-30 Juli 2007.)

4) Lynda Applegate, Profesor di Harvard Business School

5) http://Hannysanjs.multiply.com

6) http://fathulwahid.wordpress.com

7) Peran CIO Indonesia dalam Investasi TI, Julianto Sidarto, Senin-04 Juni 2007, Majalah SWA,

8) IT for Management 6th, Turban –Leidner, 2007, John Wiley & Sons Inc.

Kristanta Riyadi, 23207056
Chief Information Officer -CIO
Apa, Siapa dan Bagaimana ?
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: