Beranda > Artikel, CIO (Chief Information Officer) > Strategi IT dan Bisnis

Strategi IT dan Bisnis

TUGAS

Strategi IT dan Bisnis

SUMMARY BAB I, II, III, IV DAN V

FROM BUSSINESS STRATEGY TO IT ACTION BOOK

|

|

|

Disusun oleh :

   WENDRY DESYA PUTRA, S.KOM

  1108478

  MAGISTER CHIEF INFORMATION OFFICER (CIO)

  PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK

  UNIVERSITAS NEGERI PADANG

  2012

  1. Chapter 1 Define The Goals

Untuk mencapai suatu target visi dan misi dalam pengembangan strategi Teknologi Informasi perlu dipertimbangkan berbagai unsur keselarasan kebijakan, perencanaan, dan standar teknologi informasi pada instansi pemerintah maupun swasta sebagai langkah lawal agar bisa naninya membalance setiap pengeluaran dan pemasukan serta berapa banyaknya praduga untuk memproduksi dan prediksi “umpan lezat” bagi konsumen atau masyarakat.

Setiap kebijakan yang berhubungan dengan teknologi informasi adalah serangkaian konsep dan asas yang menjadi landasan garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, bukan saja terletak pada kepemimpinan, dan cara bertindak baik di instansi pemerintah maupun pihak swasta.

Perencanaan  merupakan  proses dasar  serta cara dan perbuatan untuk merancang sebuah kebijakan agar  berjalan  sesuai  dengan  tujuan  berdasarkan standarisasi yang telah ditetapkan.

Standar yang dimaksud merupakan ukuran pertimbangan tertentu yang dipakai sebagai langkah pijakan agar tidak keluar dari konsep yang telah dimatangkan sebelumnya. Jika kebijakan telah dilaksanakan maka perencanaan untuk mencapai target serta tujuan akan bisa tercapai sehingga menghasilkan poin-poin sebagai berikut :

  • Pelayanan yang maksimal dan tepat waktu.
  • Menghasilkan sebuah Sistem teknologi yang multi serta terintegrasi
  • Berkurangnya pekerjaan manual dan berpijak pada system informasi
  • Terbukanya peluang kerjasama dengan pihak ke 3 bidang usaha bisnis.
  1. Chapter 2 Ask The Right Questions

Dibeberapa perusahaan maupun instansi pemerintah, pengeluaran khusus dibidang teknologi informasi sangatlah dapat perlakukan yang ketat, karena investasi pada  TI sangatlah membutuhkan dana besar namun sebaliknya pada kegiatan yang lain tidak ada pengontrolan tersebut akibatnya jumlah investasi pada bidang TI menjadi sedikit amburadul dan tidak sesuai dengan perencanaan .

Padahal TI merupakan ujung tombak maju nya sebuah organisasi karena dengan penggunaan TI dapat mencatat berapa besar pengeluaran anggaran yang terjangkau, dan bisa  menekan biaya pengeluaran ataupun operasional. Untuk itu perlu rasanya seorang manager melakukan pertimbangan – pertimbangan :

  • Dengan memanfaatkan TI strategi bisnis akan lebih berkembang kea rah yang positif
  • Mempersiapkan sumberdaya-sumberdaya yang dan terlatih sehingga mampu bersaing dengan dunia usaha lain dan mendatangkan hasil yang maksimal.
  • Bagaimana kita menyeimbangkan strategi dan taktik dalam menginvestasikan TI dengan merencanakan biaya operasional seminimal mungkin tapi bisa menghasilkan hasil yang maksimal
  • Membuat keputusan yang tepat dalam sebuah perencanaan serta strategi dalam pemnfaatan TI sesuai dengan tingkat kebutuhan.
  1. Chapter 3 Connect To the Bottom Line

Kata kunci untuk bottom line adalah masa mendatang tentang sebab akibat yang ditimbulkan. Pada tingkat bawah, ini adalah dasar perubahan manajemen untuk bisa berhasil pada sebuah proses bisnis atau perilaku berbisnis untuk mencapai pengurangan atau peningkatan biaya. Tindakan manajemen masa mendatang merupakan target yang bergerak yang akan dipengaruhi oleh perubahan kondisi bisnis dan juga perubahan tim manajemen.

Sasaran-sasaran untuk keputusan yang tepat dan hasil yang tepat dapat memberikan yang terbaik serta dampak pada rantai nilai strategy-to-bottom-line. Dimana sasaran-sasaran adalah sebagai berikut :

  1. Menerjemahkan misi dan strategi perusahaan.

Sehingga dapat dilaksanakan, arahan strategi yang mampu dipahami dengan mudah. Arahan strategi merupakan strategi manajemen dan perencanaan terkait dalam uasaha meningkatkan efektifitas strategi dam operasional perusahaan. Unit TI sebagaimana divisi lainnya pada perusahaan tersebut membutuhkan arahan strategi tingkat tinggi bagaimana perusahaan mencapai sasarn dan juga seberapa jelas apa yang jadi sasarn tersebut.

  1. Mendapatkan hasil yang tepat pada bottom line akibat TI.

Mendapatkan hasil yang tepat pada bottom line akibat TI dari semua pengeluaran biaya TI baik yang sedang berjalan maupun mendatang dengan mengevaluasi dampak pada arahan strategi.

c.   Pengelolaan budaya berbasis peranan

Peranan manajer jelas terdefinisikan untuk menjamin partisipasi yang selayaknya dan menghindarkan ketiadaan kaitan yang diciptakan budaya organisasi yang ada.

d.   Portofolio dan manajemen portofolio

Perusahaan seharusnya mengelola TI sebagai satu kelompok portfolio sumber daya dan proses. Tehnik NIE (perencanaan, iniovasi, prioritisasi, penyelarasan, pengukuran kinerja) berfokus pada semua sumber daya yang dipakai oleh TI saat melakukan pengembangan, perawatan, pengoperasian dan pengelolaan.

e.   Impak dan penegelolaan sumber daya berbasis portfolio

Semua kegiatan TI dan pengeluaran harus diorganisasikan pada sumber daya dan proses portfolio untuk digunakan dalam penaksiranimpak, pengelolaan kinerja, penaksiran tingkat layanan dan kualitas, komitmen penggunaan sumber daya.

f.   Tindakan-tindakan dan hasil-hasil

Menghasilakn tindakan yang tepat dan hasil pada lapisan bottom line, penggunaan anggaran, evaluasi proyek, pengukuran kinerja untuk mencapainya.

 

  1. Chapter 4 Understand Costs And Resources

Portofolio dalam dunia TI merupakan seperangkat investasi TI dan sumberdaya beserta informasi informasi yang ada di dalamnya. Setiap item baris dalam portofolio adalah investasi TI dan sumber daya yang terpisah seperti aplikasi ,komponen, infrastruktur, layanan TI atau manajemen sebuah kegiatan.

Tujuan dari portofolio antara lain memungkinkan manajemen analisis mengambil keputusan, mengidentifikasi aplikasi atau sumber daya yang kinerjanya maupun kualitasnya rendah maupun yang tinggi. dan menjadi pedoman bagi manajemen apakah aplikasi atau sumber daya yang rendah tersebut diganti atau ditinggalkan.

Menurut Benson et al (2004, pp56-62), Portfolio TI memiliki 4 konsep dasar, yaitu :

  1. 1.      Konsep 1 : Portfolio Manajemen diaplikasikan ke seluruh sumber daya TI, yaitu seratus persen dari sumber daya TI, mencakup anggaran operasional dan modal.
  2. 2.      Konsep 2 : Sumber daya TI dibagi menjadi investasi baru dan pengeluaran TI yang sudah ada.
  3. 3.      Konsep 3 : Pengeluaran lights on diklasifikasikan dari perspektif TI dan pada Portfolio berhubungan dengan manajemen teknologi.
  4. 4.      Konsep 4 : Investasi baru juga diklasifikasikan berdasarkan persfektif bisnis, seperti investasi keuangan. Investasi baru terbagi atas strategic, mandatory, new strategic dan factory.

Secara umum kendala dan berbagai masalah yang dihadapi oleh perusahaan maupun organisasi dan pemerintahan adalah perihal pengendalian biaya khususnya di masa-masa krisis ekonomi. Dengan menggunakan manajemen portofolio manajemen dapat mengidentifikasi dan memprediksi apa yang bernilai maupun yang  terbaik . Hal ini dapat mengendalikan pengeluaran biaya , karena kita hanya akan mengeluarkan apa saja yang memiliki dampak bottom line. Intinya adalah portofolio 100 persen mewakili biaya TI.

Pihak managemen bisa mentaksir dan memperhitungkan hal-hal yang tak terduga  hingga untuk mengidentifikasi sumber daya dengan kinerja buruk ataupun kegiatan yang tidak terkonsep, dan dapat dilakukan perubahan dengan mengganti sumberdaya atau kegiatan yang lebih memiliki nilai hasil signifikan.

 

  1. Chapter 5 Focus On The Right Things

Perusahaan harus mempunyai settingan strategi untuk bisa menghasilkan suatu keputusan dan perencanaan yang matang sehingga bisa meningkat nilai bottom line dengan memanfaatkan TI yang ada. Dengan manajemen yang matang dan strategi yang bagus perusahaan bisa mencapai keberhasilan dengan cara memaksimalkan TI yang ada penunjang produksi dan dan kegiatan perusahaan.

Beberapa perusahaan lain yang memiliki manajemen strategis yang bagus adalah perusahaan yang telah memiliki, niat strategis, misi perusahaan, visi, strategi highlevel, serta laporan mengoperasikan digunakan dalam perencanaan tahunan. Dalam kasus ini, niat strategis harus dinyatakan dengan jelas dan kemudian divalidasi oleh tim manajemen yang memiliki peran penting.. Sebagai contoh, salah satu cara adalah untuk membandingkan niat strategis dengan prioritas sebenarnya dari tim manajemen seperti yang diungkapkan bagaimana anggotanya mencurahkan waktu mereka sendiri untuk perusahaan.

Misalnya, negara-negara yang sudah memiliki rencana bisnis strategis, “Strategi kami adalah untuk mencapai kinerja kelas dunia dengan mencapai posisi kompetitif yang kuat di pasar target,” itu cukup sulit bagi organisasi TI (atau unit usaha) untuk membentuk inisiatif spesifik. Alasannya adalah bahwa strategi tidak dapat berbuat banyak bagi perusahaan untuk mendapatkan posisi kompetitif yang kuat. Apakah berdasarkan biaya terendah? Kemampuan produk? Pelanggan layanan? Pelanggan hubungan? Supply rantai inovasi? Intinya adalah bahwa pernyataan strategi tidak menawarkan bimbingan untuk tindakan mendasar atau inisiatif yang akan diambil. Akibatnya, perusahaan memiliki sedikit kekuatan untuk membimbing baik manajemen bisnis maupun manajemen TI dalam pengembangan TI strategi untuk mengambil tindakan.

 

Kesimpulan

Dalam sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah untuk bisa beradaptasi dan bintegrasi dalam perkembangan kemajuan teknologi harus mampu membaca situsi keadaan dan matang dalam mengelaborasikan segala strategi, sumber daya dan kemapuan cost yang ada untuk mampu bersaing dengan dunia usaha lain maupun organisasi untuk bisa merebut hati konsumen dengan berbagai manuver-manuver yang tepat sehingga mendatangkan hasil yang fantastis.

Begitupun dengan seorang manager ataupun kepala daerah di pemerintahan, jika telah menetapkan visi dan misi serta mengeluarkan kebijakan sebagai patokan berpijak tak bergeser dari planing maupun prinsipil yang telah dibuat untuk disepkati bersama diharapkan bisa dijewantahkan kepada bawahannya, sehingga sinergitas untuk mewujudkan kesuksesan bersama bisa tercapai dengan strategi, perencanaan dan pengelolaan segala sumberdaya yang dimiliki bukan tidak mungkin sukses dimasa depan bisa terwujud. Sukses tidak selalu datang dari sesuatu hal yang berlimpah tetapi bisa datang dengan secara ajaib jika mampu memanajemen waktu, sumber daya dan keadaan pada saat yang tepat.

END


  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: