Komunikan Beretika dan Santun

Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan interaksi antar sesama. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.

Berinteraksi itu perlu adanya etika agar tidak terjadi salah paham yang mengakibatkan adanya kesenjangan dalam bermasyarakat. Salah satunya adalah kata bahasa yang digunakan harus hendaklah sopan dan menghargai orang yang kita ajak berinteraksi. Tentunya kata yang sopan tidaklah cukup karena harus disesuaikan dengan intonasi suara yang cukup.

Terjadinya Konflik dalam berinteraksi sering terjadi dalam suasana kerja antara atasan dan bawahan. Dimana bawahan sering kali merasa tidak dihargai, disepelekan, dan lain – lain. Sering para atasan sangat sulit memberikan reward terhadap bawahannya tapi lebih suka memberikan punishment, walaupun reward tidak mesti berbentuk materi, bisa lewat kata – kata yang menyejukan.

Sering kita terlupa karena kondisi pada saat kita diatas kata-kata seperti , “tolong, permisi, maaf, terimakasih dan silahkan” sering menjadi kelu diucapkan karena takut merasa dilemahkan dan lain sebagainya.

Sebenarnya kerendahan hati dan tutur bahasa yang santun adalah kunci sakral sebagai komunikan yang baik, tidak terletak diantaranya perbedaan kasta tetapi adalah sebuah pelukan hati dan kata-kata yang penuh arti dalam menyemakan persepsi sebuah interaksi bukanlah memandang Aku Ini SiAPA dan KAmu ITU SIAPA.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: