GEMPA DAN TSUNAMI SEPERTI JELANGKUNG

Mungkin judul diatas belum sebanding dengan ketakutan yang dirasakan oleh masyarakat ketika tanah bergoyang begitu hebatnya, dan alunan sirine peringatan tsunami yang berteriak nyaring membuat warga berlari tanpa jantung lagi, seakan tsunami di cap seperti jelangkung “datang tak disambut pergi tak di antar” sepenggal fakta pada gempa rabu 11 april 2012 kemarin seakan mencederai slogan “bersahabat dengan gempa”

Masyarakat Takut akan gempa atau takut akan kedatangan tsunami.., atau hanya takut tertinggal dari semua orang yang sudah berpacu meninggalkan kekalutan kemudian ikut merasakan galau itu dan berlari sejauh mungkin..?. Dan bagaimana dengan sebahagian orang lainya yang hanya diam pasrah ditempat menganggap seakan-akan gempa dan tsunami itu sudah takdir bak malaikat maut yang jarang meleset tuk mencabut nyawa setiap jiwa..? Dan Anda pun apakah berjibaku dengan kesemrautan akan isu gempa dan tsunami..?

2004 tahun lalu NAD luluh lantak akibat gempa dan di sapu terjangan air laut yang populer dengan sebutan tsunami, pada saat itu negeri serambi mekah berada dititik nadir..! kemudian , susulan keganasan tsunami pun bernomaden ke nias, mentawai serta beberapa negara tak luput dari persinggahannya yang selalu meninggalkan luka dan memupus asa.

Ditahun berikutnya, dengan semangat harus bangkit dan bertahan hidup, kota separoh ujud itupun kembali berbenah, tidak saja aceh tapi yang terkena dampak keganasan tsunami berlomba-lomba bangkit tuk mengulang hidup kembali ditanah luka tanah kenangan yang tertimbun ibu, anak, istri, bapak, sodara dan lainnya.

Permerintahpun bersama dengan LSM dari dalam negeri maupun luar negeri bahu membahu memulihkan kremasi otak yang sudah terpatri keangkeran tsunami dengan cara mengadakan consulling dan berbagai kegiatan pembangkit gairah dan jiwa tuk bisa menatap masa depan dengan semangat dan keoptimisan.

Simulasi Gempa menjadi paling populer dimedia cetak dan media elektronik diselenggarakan pemerintah dan itupun menjadi topik hangat sekaligus menjawab tantangan bagaimana “menaklukan” gempa dan tsunami. Tidak sedikit dana yang dikuncurkan untuk suatu hal yang baik ini, apalagi harus mengadakan simulasi secara bertahap atau lebih dari satu kali.

Program pemerintah pusat “early warning” disepanjang bibir pantai bagi daerah rawan bencanapun telah terpasang dengan kokoh untuk menjadi simbol peringatan jika memang tsunami akan datang ke daerah tersebut. Padangpun pada gempa 11 april 2012 kemaren telah membuktikan bahwa sirene peringatan tsunami itu berbunyi nyaring dan bekerja dengan baik, tapi dengan mengalunnya sirine tersebut bukannya masyarakat menjadi siap menghadapi tsunami tapi malah semakin ketakutan dan dirundung kepasrahan.Masyarakat masih saja menyelamatkan diri dengan berkendaraan, akibatnya macet dan gesekan pun tak terhindari, jika benar adanya kedatangan tsunami bukankah cara ini tidak efektif dan hanya menjadi terjangan tsunami sendiri.

Kalau menurut kali kali sederhana saja, datang gempa dan tsunami atau tidak sama sekali jangan dibiasakan melawannya dengan cara menghindar dan berlari apalagi menggunakan kendaraan tetapi coba kita lebih bersabar dulu, tenang tidak terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang belum sepatutnya kita lakukan. Percayakan saja kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait dan ikuti perkembangan informasi yang ada.

Tsunami dan gempa bukan datang akibat dari ulah manusia, tetapi dia datang karena memang sudah saatnya dia untuk memperkenalkan diri dan bukan sebagai pemberi peringatan, cukuplah kita bersama berbenah diri dan bercermin dengan apa yang sudah kita goreskan kepada alam dan kepada anak cucu kita, jika kita melukisnya dengan indah maka keindahan akan selalu datang kepada kita, jika kita melukisnya dengan kejelekan maka dampaknya akan setimpal dengan apa yang telah kita kanvas dan goreskan.

 

 

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: