Beranda > Artikel, CIO (Chief Information Officer) > Chief information officer(CIO) menjadi Tren Peran Bos Teknologi ?

Chief information officer(CIO) menjadi Tren Peran Bos Teknologi ?

Menghadapi tantangan yang semakin besar, di masa mendatang seorang chief information officer (CIO)dituntut mampu untuk merancang strategi dan prioritas kerja. Dalam penelitian IBM Global CIO Study 2011 ditemukan sejumlah prioritas yang harus dikerjakan CIO di masa datang.

Pada penelitian yang dilakukan untuk memperingati satu abad IBM itu disebutkan, ada tiga fokus utama yang harus dilakukan CIO untuk mendukung prioritas bisnis. Ketiganya adalah mempererat hubungan dengan pelanggan, mengembangkan kecakapan sumber daya manusia (SDM), dan meraih wawasan dan inteligensia data.

Pada tiga fokus utama tersebut, 89% CIO di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) lebih sejajar dan fokus pada wawasan bisnis. Sementara, hanya 79% CIO global yang berpikir demikian. Sedangkan, 76% CIO ASEAN akan memberikan fokus pada pelanggan. Angka ini lebih tinggi dibanding CIO global yang hanya 71% untuk fokus pada hal yang sama. Lalu, di bidang keterampilan SDM,79% CIO ASEAN akan fokus pada faktor ini.

Sementara, hanya 66% CIO global yang memikirkan hal ini. Temuan ini adalah salah satu dari puluhan wawasan, paradigma, dan tren baru yang didapat dari para CIO di seluruh dunia. Penelitian IBM ini juga menemukan fakta bahwa empat dari lima CIO menganggap business intelligence and analytics sebagai prioritas utama perusahaan ketika mereka mencari cara untuk mengolah banyaknya data yang mereka miliki.

Faktor ini dijawab oleh 86% CIO ASEAN dan 83% CIO global. Lalu, ketika mereka ditanya bagaimana menerjemahkan data menjadi inteligensia? Sekitar 73% CIO ASEAN menjawab master data management sebagai sarana utamanya. Jawaban tersebut hanya menjadi pilihan 68% CIO global.

Sedangkan, yang menjawab customer analytics dipilih oleh 72% CIO ASEAN, sementara CIO global yang menjawab sama hanya 66%. CIO yang menjawab data warehousing dipilih oleh 74% CIO ASEAN dan hanya 64% CIO global yang menjawab seperti itu. Adapun, visual information dashboards dipilih oleh 69% CIO ASEAN dan 64% CIO global.

Meski pada 2009 (survei CIO IBM pertama) sudah menjadi salah satu prioritas utama, pilihan terhadap komputasi awan (cloud computing) mengalami lompatan besar. Sekitar 60% CIO global dan 57% CIO ASEAN siap menerapkan komputasi awan dalam kurun waktu lima tahun mendatang sebagai sarana mengembangkan perusahaan dan mewujudkan keunggulan kompetitif–hampir dua kali lipat dari angka yang diperoleh di penelitian dua tahun lalu.

Sekitar 20% CIO ASEAN menyebutkan, portofolio aplikasi sebagai kegiatan utama mereka untuk mengendalikan dan mengurangi biaya. Begitu juga 23% CIO global, mereka menjawab hal yang sama. Sedangkan, yang menjawab pemanfaatan layanan awan dipilih oleh 23% CIO ASEAN dan 12% CIO global.

Di samping itu, para CIO juga semakin memusatkan perhatian mereka pada layanan komputasi bergerak (mobile) agar tidak tertinggal perkembangan pasar yang pesat. Meningkatnya penggunaan perangkat aplikasi bergerak dan fungsinya yang semakin canggih, mendukung produktivitas perusahaan dalam menangkap peluang-peluang pasar baru.

Komputasi dan solusi bergerak kini dipandang penting oleh tiga per empat CIO yang disurvei. Penilaian tersebut diberikan oleh 68% CIO ASEAN dan 74% CIO global. Lalu, seiring dengan transformasi yang dialami CIO, jenis pekerjaan yang mereka tangani di perusahaan juga berubah.

Permasalahan yang mereka hadapi saat ini adalah penyederhanaan. Lebih dari 80% CIO mengatakan bahwa mereka berencana menyederhanakan proses internal. Di mana faktor ini dipilih oleh 86% CIO ASEAN dan 84% CIO global. Dalam penelitian pada 2009, cara mendekatkan diri dengan pelanggan dianggap CIO sebagai wacana tapi kini merupakan prioritas utama.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada empat mandat utama CIO yaitu memanfaatkan (leverage), memperluas (expand), mentransformasikan (transform), dan memelopori (pioneer). Dari penelitian yang dilakukan setiap kawasan, mempunyai tren tersendiri terhadap empat mandat ini. Di ASEAN misalnya, “expand” adalah mandat yang dominan di 10 dari 18 industri, dan CIO ASEAN lebih terfokus daripada rekan global mereka dalam hal manfaat integrasi global.

CIO “expand” yang beperforma tinggi 45% memandang pentingnya komunikasi dan kolaborasi internal. Sebanyak 33% CIO ASEAN dan 110% CIO global memandang integrasi bisnis dan teknologi inovasi penting. Di Asean, mandat leverage hanya sesuai untuk segmen pemerintah (15%), automotif (25%) dan produk konsumer (11%).

Sementara, di tingkat global nilainya sama untuk semua industri. Sekitar 63% CIO “leverage” yang beperforma tinggi fokus pada pelanggan internal, dan 45% lebih berfokus pada pembentukan tim bertalenta terbaik dan strategi teknologi informasi (TI) yang tepat.

Sementara, mandat “transform” umum dijumpai di industri layanan keuangan ASEAN yang memegang teguh prinsip “simplify, simplify, simplify”. CIO “transform” yang beperforma tinggi dapat mengambil keputusan realtime (33% lebih baik) dan mewujudkan penyederhanaan mitra eksternal (23% lebih baik).

Sementara itu, kerangka kerja pengelolaan risiko adalah salah satu prioritas terpenting dan visual dashboard merupakan bagian dari rencana perusahaan mandat “transform” yang berperforma tinggi. CIO yang menerima mandat pioneer banyak mendominasi di negara-negara ASEAN.

Mereka umumnya berada di industri pasar uang, telekomunikasi, dan kesehatan. CIO “pioneer” yang beperforma tinggi fokus pada penciptaan sumber pendapatan baru. Di mana hal ini dipilih 7% CIO ASEAN dan 94% CIO global. Lalu, perubahan hubungan kerja dengan mitra bisnis dipilih 33% CIO ASEAN dan 30% CIO global.

CIO di mandat “pioneer” yang beperforma tinggi menggunakan teknikteknik analitis utama untuk menilai dan meningkatkan performa bisnis.

Sumber: Koran Sindo, islahuddin
www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/434566/44/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: