Beranda > CIO (Chief Information Officer), Kata Bijak dan Motivasi > Update Hati Dan Pikiran By Wendry Desya Putra (wdp)

Update Hati Dan Pikiran By Wendry Desya Putra (wdp)

  1. Sebahagian Sahabat Selalu Saja Tidak Pernah Puas Dengan Apa Yang Telah Mereka Raih dan Mereka Dapat, Mereka Berpacu Mengejar Puncak Yang Tak Pernah Berujung Walaupun Dalam Perjalanannya Ada Hak Orang Lain Yang Terzholimi. Mungkin Tuhan Menciptakan Dunia Ini Berputar Agar Suatu Pencapaian Hakiki Tidak Ada Diatas Dunia Kecuali Di Akhirat Kelak.
  2. Sukses Seseorang Bukan diukur Dari Sejauh Mana Kekayaan Yang Mereka Peroleh, Begitupun Halnya Dengan si KAYA dengan si Miskin Tetapi Sejauh Mana Kesungguhan dan Kerja Kerasnya Mampu Menghasilkan dan Mensukseskan Orang Lain, Dan Harta Paling tertinggi dan Tak Ternilai Itu Adalah Sebongkah Ilmu Yang Bisa Dimanfaatkan dan Berguna Bagi Orang Lain.
  3. Aneh Memang, Jika Terpidana Korupsi (maling duit negara) di jebloskan ke penjara ketika pusing dan flu sedikit aja langsung minta dirujuk ke Rumah Sakit dengan ruangan VIP walaupun dalam penjagaan ketat, sudahlah merugikan negara dan rakyat tetapi masih dapat perlakuan khusus walaupun dengan alasan yang tak jelas tetapi berbanding terbalik dengan terpidana maling Ayam, sandal, dsb (notabene Rakyat Biasa) yang tidak merugikan negara ketika dijebloskan ke Penjara ya sudah, jika sakit ya “ditanggung” sendiri apalagi cuma flu-flu biasa. Ada Apa dibalik semua yang dipertontonkan ini…, akh…, Dunia Ini Memang Panggung Sandiwara…!!! “Selamat Beraktifitas Sahabat Semua, Paksalah Hati Kita Tuk Berbuat Jujur dan Bersilaturrahmillah”
  4. Penghargaan e-Gov terbaik bagi Pemda yang berhasil mengimplementasikannya apakah sebuah jawaban bahwa Pemda tersebut mampu mengaplikasikan e-GOV…? Jawabannya belum tentu, karena e-GOV itu sendiri memiliki makna dengan cangkupan yang sangat luas, bukan hanya maju dibidang TIK lantas diganjar dengan e-GOV Award.
  5. Orang-orang didalam negaraku lagi hoby-hoby nya mencari kambing hitam dan menghitamkan kambing, perbaiki aja kebobrokan diseluruh stakeholder yang ada, itu aja sudah cukup untuk program jangka pendek jangan mengungkit-ngungkit nostalgia lama dan meregulasikannya dengan kedigitalan yang semakin gatal.
  6. Demi SUJU Rela Tangisa2an dan Mengantri Desak2an Serta Ngabisin Duit Jutaan Rupiah Tetapi Demi SUJUD KepadaNYA, Tidak Pake Antri, Tidak Desak2an Dan Tidak Berbayar Malah Sering Terlupakan, Budaya Apa Sekarang Yang Mengkemaraukan Jiwa Seseorang…?
  7. Selamat hari “ibu” Kartini, pertiwimu merona galau, yang tercetak dari rahim mu semakin merisau, tanahmu berpijakmu syorga nan menggigau, di pagi miladmu terhadiahkan keangkeran siswa SD bergaya Gangster, poros hukum mu digirik kumbang, tak ada lagi hati mandiri, selamat pagi kartini ya KARTINI
  8. Ternyata udah pagi, mendendamnya malam kepada petang, hanya menipu badan sejenak diperaduan menjelang magrib dan akhirnya malam dengan tersenyum kemenangan akan menyapa subuh, akh…aku tak menyerah walau mata ini tak jua bisa mengatup, oh..pembaringan bujuk raga ini tuk mencicipimu sebentar
  9. Egoisme dan antusias kepentingan seakan menjadi budaya baru, berbicara tidak lagi ditatanan konsep yang jelas tetapi mampu memblokir sebuah parade kejujuran, akhirnya tidak kesepakatan dan sebuah solusi yang didapat melainkan sebuah pertarungan menang dan kalah yang dilakukan secara nyata dan terang-terangan.
  10. Tuhan meletakan otak lebih tinggi dari pada mulut agar manusia kalau mau ngomong bisa berfikir dulu dan baru berbicara, tetapi kebanyakan orang sekarang ini, ngomong dulu baru berfikir, “ansak kecek urang – insuk kecek inyo, indak bapamatang sawah ko dek beliau mah”, sample manusia benalu dengan retorika fiktif tapi nyolot perlu di format dan diinstal ulang.
  11. Sebagai Seorang Chief Information Officer (CIO) harus mampu mengambil peran lebih besar, lebih strategis untuk merestart kredibilitas dan ketidakjelasan akan Teknologi Informasi dalam suatu organisasi. Seorang CIO juga harus mampu menjembatani kesenjangan antara TI dan seluruh organisasi yang pada akhirnya mampu mengaudit TI dengan Perencanaan Strategis sekaligus mendatangkan impact positif pada suatu Organisasi.
  12. Sekolah Bukanlah Tempat Yang Seharusnya Memberikan Sebuah Nilai dan Ukuran tertentu kepada Muridnya, Karena tidak semua Guru berprilaku intelektual dan cerdas Tetapi Bagaimana seharusnya Para Guru Mampu Mentamorfosiskan kecerdasan, kerja keras, Prilaku dan Kepribadian Muridnya Menjadi Lebih Baik. Benar, kalo nilai yang tinggi membuat anak tersebut menjadi lebih dibandingkan dengan teman yang lainnya pada saat masih sekolah ataupun kuliah, tetapi nilai yang tinggi tidak menjadi tolak ukur untuk sukses dimasa depan, hanya murid yang rajin, pekerja keras dan berprilaku baiklah yang selalu berusaha untuk bangkit yang mampu menjawab tantangan di masa depan yang tidak jumawa dengan nilai yang ia dapat. “Hilangkan rasa takut dan cemas menghadapi UN besok menjadi gumpalan keberanian serta yakinkan pada diri anda dengan mengucapkan dengan keras, AKU PASTI BISA…, PASTI BISA…!!!”
  13. Pagi ini begitu cerahnya, secerah kamu menyambut aku sayang dengan kehangatan cintamu dan keanggunan wanitamu, Pagi ini begitu indahnya, dengan tawa dan riangnya bidadari-bidadari kecilku memeluk dan mencium sedingin embun yang meneteskan kehidupan baru di pesona pagi. Aku tak sanggup men-spasi-nya, hingga detik-detik kemesraan ini menyurgakan kita, i luv u so much..!!!
  14. Lautan sepertinya sedang menangis ketika semua orang kembali menyebut nama kekasih nya tsunami
  15. “Setiap prestasi ataupun sebuah keberhasilan yang kita capai tidak selalu harus kita harapkan datangnya ribuan pujian maupun penghargaan dan ancungan jempol yang akan diberikan orang kepada kita tetapi bagaimana cara kita mampu mengikhlaskannya sebagai suatu karya dengan sentuhan keindahan tanpa menunggu datangnya pujian”, Selamat Sore sahabat jiwa dimana saja berada..!!
  16. Mengejar yang tertinggal didepan, berpacu dengan yang tertinggal dibelakang, budaya yang tak lekang dibenak dan terlalu enak untuk disantap, akh…!!!
  17. Berharap ada kesungguhan dibalik kepolosan dan keluguan, ternyata hampir begitu setiap saat : tidak tepat waktu, terlalaikan, mencurangi tanggal dan menghipnotis waktu. Padahal perjuangan dengan niat suatu perbaikan untuk bekal kelak, terberangus dengan kerayan-rayanan yang justru datang dari suatu kompetensi hebat. Hanya ambai-ambai yang berfikir bisa membuat jenjang ke langit untuk mengelaborasikan kesepadanan ilmu di tengah konflik jiwa dan otak yang tak padu.
  18. Tetap semangat dan optimis,minggu pagi yg cerah meraup kepingan dolar tuk sekedar belii rumah,mobil, kapal pesiar dan traktirr orng2 umroh ke tanah suci, ngasih modal masyarakat tukar berusaha agar tdk lagi ada orgel miskin di negri ini, tdk ada lg pengangguran serta anak putus sekolah.
  19. Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan interaksi antar sesama. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.Berinteraksi itu perlu adanya etika agar tidak terjadi salah paham yang mengakibatkan adanya kesenjangan dalam bermasyarakat. Salah satunya adalah kata bahasa yang digunakan harus hendaklah sopan dan menghargai orang yang kita ajak berinteraksi. Tentunya kata yang sopan tidaklah cukup karena harus disesuaikan dengan intonasi suara yang cukup.
  20. Terjadinya Konflik dalam berinteraksi sering terjadi dalam suasana kerja antara atasan dan bawahan. Dimana bawahan sering kali merasa tidak dihargai, disepelekan, dan lain – lain. Sering para atasan sangat sulit memberikan reward terhadap bawahannya tapi lebih suka memberikan punishment, walaupun reward tidak mesti berbentuk materi, bisa lewat kata – kata yang menyejukan.
  21. Sering kita terlupa karena kondisi pada saat kita diatas kata-kata seperti , “tolong, permisi, maaf, terimakasih dan silahkan” sering menjadi kelu diucapkan karena takut merasa dilemahkan dan lain sebagainya.
  22. Sebenarnya kerendahan hati dan tutur bahasa yang santun adalah kunci sakral sebagai komunikan yang baik, tidak terletak diantaranya perbedaan “kasta” tetapi adalah sebuah pelukan hati dan kata-kata yang penuh arti dalam menyamakan persepsi sebuah interaksi bukanlah memandang Aku Ini SiAPA dan KAmu ITU SIAPA.
  23. Susah Cari Tempat Aman Sekarang, Buktinya : “Naik mobil dirampok, Naik angkot diperkosa, Naik pesawat pilot nyabu, Jalan kaki pun ditabrak, udah Ngesot pun ditendang satpam, Pilih diam di rumah eh malah digigit TOMCAT”
  24. Kebiasaan Mencuci tangan mengalami ambiguitas makna dan tindakan, Gerakan Cuci Tangan Dengan Sabun Patut Di Dukung Namun Gerakan Cuci Tangan Para Politisi dan Pimpinan Harus Di Lawan…!!!
  25. Subhanallah Aku Menyayanginya, Subahanallah Aku Mencintainya, Dia Selalu dihatiku, Dia adalah nyawaku, Takkan Lengkap hidup ini tanpamu ”ISTRIKU” tercinta Aku tak sanggup berjauhan darimu walau hanya sesaat pun…. Ya ALLAH tolong jagakan Dia untuk ku. Aku mencintainya sedalam dalam hatiku, Met Ultah Sayank, I LOVE YOU so muchhh….
  26. Tak Sabar Tuk Mengganggu Waktu, Mendetangkan 12 kali “dentang ultah” malam ini
  27. Bismillah artinya aku memulai kerjaku dengan menyebut nama Allah, atau aku mulai melakukan sesuatu dengan menyebut Allah (bismillah). Kedua makna di atas menunjukkan bahwa bismillah adalah kalimat penting yang mengawali sebuah aktivitas. Bismillah dengan demikian bermakna menyertakan niat karena Allah (lillahi ta’ala) dalam setiap kegiatan. Dengan menyebut namanya di awal, maka pekerjaan tersebut akan berbobot dan bernilai ibadah. Tanpa kata ini kerja seseorang akan kehilangan makna. Dan ketika telah memulai kerja dengan langkah awal yang benar maka akan mengawali pula sukses berikutnya. “Selamat Pagi Semua…!!”
  28. Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit; jadilah saja belukar. Tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau engkau tak sanggup jadi belukar; jadilah saja rumput. Tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya; jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang ke mata air. Tak semua menjadi nakhoda; Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.
  29. Pemimpin Itu Bukan Bukan Seperti Katak Dalam Tempurung, Bukan Seperti Burung Di Sangkar Emas Tapi Pemimpin Itu Adalah Petarung Yang Memiliki Jiwa Ksatria dan Mampu Menghangatkan Roh Prajuritnya Dengan Petuah – Petuah Bijak, Dan Menganggap Musuhnya Adalah Sahabat Yang Bukan untuk Dibunuh Dan Dikalahkan Tapi Bagaimana Mencari Suatu Kebersamaan Tanpa Harus Melukai dan Berdarah-darah., Bukan Penjilat….!
  30. Maafkan Yaa Robbi, Aku Masih Rapuh Dalam Meng-Eja Mu…, Berharap Nanti Dipenutup Usiaku Terlelap Dalam Dekapan Mu…, Amiin…
  31. Optimis dan Selalu Harus Optimis, Buang Kata Menyerah Itu Jauh-Jauh..!!!!
  32. Santai Ajalah Sobat, Jika Mau Berubah Mengapa Harus Menunggu Pergantian Tahun, Toh Pagi Tadi Sholat Subuh tetap Aja terlupa…, Toh Cara Bertutur Masih Saja 2011, Masih Bergosip melebihi 2011, “Intropeksi dan muhasabah” lebih baik dari pada ke blink2an…….[*_^]
  33. Beranjak Dari Sejuta Kesalahan, Sejuta Kelancangan, Terbata Meng-eja Kasih Sayang Mu, KetidakMampuan Ku Membaca akan Dirimu, Kebodohan Ku Mendiskripsikan Gurat Wajah Mu, Ketajaman Lisan Ku Menggores Hati Mu, Namun Kau Tetap Membalasnya Dengan Sejuta Kasih, Dengan Sejuta Rindu, Dengan Selaksa Sayang, “Maafkan Aku Ibu, Terimalah Sujud Hati Ku DI Hari Jadi Mu (Only For My Mom) Dan Seluruh Ibu di dunia”
  34. “Aku Benar-Benar Merasakan Denyut dan Degup Garuda Di dadaku, Setelah Sekian Lama Garuda Itu “Terdiam”, Sudah Saatnya Engkau Kepakan Sayapmu, Engkau Lengkingkan Suaramu, Dengan Cengkraman Yang Kuat serta Paruh Ibarat Bambu runcing, Mengamuklah…Merah Putihkan Dunia Dengan Kewibawaanmu”
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: