Arsip

Archive for the ‘Kata Bijak dan Motivasi’ Category

Positif Thinking

Budi baru masuk SD kelas 1. Hari pertama dia sudah protes sama Ibu Guru

“Bu…. Saya seharusnya duduk di kelas 3.”

Bu Gurunya heran, “Kenapa kamu yakin begitu…???”

Budi menjawab dengan mantap, ”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya
yang sekarang kelas 3.”

Akhirnya Bu Guru membawa Budi ke ruang KepSek. Setelah diceritakan oleh Bu
Guru, Pak KepSek mencoba menguji Budi langsung dengan berbagai materi
pelajaran murid kelas 3 SD. Berikut kutipan percakapannya : Baca selanjutnya…

Iklan

Sok Tahu “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”

16 November 2012 1 komentar

Belakangan ini, kita sering disuguhin dengan intrik-intrik perpolitikan di negeri kita tercinta. Sebagai orang awam, saya pribadi ikutan gerah dengan orang-orang yang berbicara lantang sok tahu, sok bener sendiri. Lagi-lagi saya gerah dengan kondisi dimana beberapa saudara kita juga terjebak pada ikut-ikutan menghakimi sesuatu yang mereka tidak ada pengetahuan tentangnya. Sungguh sangat disayangkan. Kenapa? Karena justru hal-hal itulah yang kian bikin ruwet dan semrawut suasana negeri ini.

Mewabahnya penyakit Sok Tahu Sok Bener ini sudah menjamah kesetiap titik sektoral  tidak saja berkutat pada terminal-terminal tertentu saja tapi sudah mengambang hingga rasa malu tetang ketidak tahuan menjadi semakin tebal diatas titik kepercayaan diri yang tinggi, alasannya kemungkinan dikarenakan siapa gue didepan atasan, atau jaga imej atau sebagainya. Baca selanjutnya…

Demi Masa “Mutiara Hikmah”

“Tujuh dosa sosial penghambat kesejahteraan: politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja, kegiatan ekonomi tanpa moralitas, pencapaian kenikmatan tanpa nurani, pengetahuan tanpa kemanusiaan, pendidikan tanpa karakter dan ibadah tanpa pengorbanan (Mahatma Gandhi) ”

[ Nasima School ]

“Demi massa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amal sholih dan saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam (menetapi) kesabaran.” ”

[ al-Ashr [103]: 1-3 ]

“”Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu,maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (Hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu)”. “Dan Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu skali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” ”

[ Surat Al Isro’ ayat 16 dan 37 ]

“Tiada suatu hari pun melainkan di dalamnya malaikat berseru: Hai anak Adam ! Yang sedikit tapi memadai bagimu, lebih baik daripada yang banyak tapi menganiaya kamu. ”

[ Perenungan Hati ]

“Akan datang kepada manusia suatu masa ketika kemanisan hati berubah menjadi masin. Sehingga pada hari itu, orang yang berilmu dan orang yang memepelajari ilmu tak dapat mengambil manfaat dari ilmunya. Maka hati orang-orang berilmu seumpama tanah kosong yang bergaram yang turun atasnya hujan dari langit maka tidak juga menjadi tawar. Yaitu, apabila condong hati orang berilmu kepada cinta dunia dan melebihkannya atas cinta akhirat, maka pada saat itu dicabutlah oleh Allah sumber-sumber hikmah dan dipadamkanlah lampu petunjuk dari hati mereka. Maka akan berceritalah kepadamu orang yang berilmu di antara mereka itu, ketika engkau menjumpainya bahawa ia takut kepada Allah dengan lisannya, sementara kezaliman jelas kelihatan pada amal perbuatannya. Alangkah suburnya lidah mereka dan tanduslah hati mereka ketika itu! Tidaklah terjadi yang demikian itu selain kerana para guru mengajar bukan kerana Allah dan para pelajar belajar bukan kerana Allah.”

[ Ibnu Mas’ud r.a ]

  Baca selanjutnya…

Belajar Dari Sebuah Pensil

“Pertama, pensil mengingatkan kita kalau kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.”

“Kedua, dalam proses menulis,  terkadang kita beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil kita. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita.”

“Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.” Baca selanjutnya…

Kangen Kamu Word…!

Rindu, Kangen, Termimpi-mimpi akan kamu “word” setelah beberapa lamanya membatu dengan kesibukan yang sangat kompleks dan penyakit yang menggelayut di body membuat antipati padamupun menyesalkan bagi jemari yang selalu ber-estafet dengan otak tuk melahirkan biduk-biduk tulisan walaupun sederhana tetapi menjabarkanmu dilautan kata tak menampikkan dayung itu mampu mencium dermaga kita. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: