Archive

Archive for the ‘Peristiwa’ Category

KISAH NYATA KEAJAIBAN DI JALUR GAZA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat. Baca selanjutnya…

Tifatul Sembiring : Optimalkan Kinerja Kehumasan Dengan Memanfaatkan Media

Menkominfo RI Tifatul Sembiring

Kutipan sambutan Menkominfo RI Tifatul Sembiring pada pertemuan tahunan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Tingkat Nasional ini, di Hotel Aston, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa pagi (6/11)

Jajaran kehumasan jangan sampai tertinggal oleh kemajuan dan keterbukaan arus informasi, karena peranan kehumasan dewasa ini memiliki arti sangat strategik. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, humas juga dituntut mengendalikan opini di tengah masyarakat. Baca selanjutnya…

GEMPA DAN TSUNAMI SEPERTI JELANGKUNG

Mungkin judul diatas belum sebanding dengan ketakutan yang dirasakan oleh masyarakat ketika tanah bergoyang begitu hebatnya, dan alunan sirine peringatan tsunami yang berteriak nyaring membuat warga berlari tanpa jantung lagi, seakan tsunami di cap seperti jelangkung “datang tak disambut pergi tak di antar” sepenggal fakta pada gempa rabu 11 april 2012 kemarin seakan mencederai slogan “bersahabat dengan gempa”

Masyarakat Takut akan gempa atau takut akan kedatangan tsunami.., atau hanya takut tertinggal dari semua orang yang sudah berpacu meninggalkan kekalutan kemudian ikut merasakan galau itu dan berlari sejauh mungkin..?. Dan bagaimana dengan sebahagian orang lainya yang hanya diam pasrah ditempat menganggap seakan-akan gempa dan tsunami itu sudah takdir bak malaikat maut yang jarang meleset tuk mencabut nyawa setiap jiwa..? Dan Anda pun apakah berjibaku dengan kesemrautan akan isu gempa dan tsunami..? Baca selanjutnya…

KONTROVERSI KENAIKAN HARGA BBM

PENGANTAR

Dalam paparan ini saya memberlakukan penyederhaan atau simplifikasi dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang sangat jelas tentang esensinya saja.

Maka saya mengasumsikan bahwa semua minyak mentah Indonesia dijadikan satu jenis BBM saja, yaitu bensin Premium. Metode ini sering digunakan untuk memperoleh gambaran tentang esensi atau inti permasalahannya. Metode ini dikenal dengan istilah method of decreasing abstraction, terutama kalau dilanjutkan dengan penyempurnaan dengan cara memasukkan semua detil dari data dan kenyataan, yang dikenal dengan istilah putting the flesh on the bones.

Cara perhitungan yang saya lakukan dan dijadikan dasar untuk paparan hari ini ternyata 99% sama dengan perhitungan oleh Pemerintah yang tentunya sangat mendetil dan akurat.

Dengan data dan asumsi yang sama, Pemerintah mencantumkan kelebihan uang tunai sebesar Rp. 96,8 trilyun, dan saya tiba pada kelebihan uang tunai sebesar Rp. 97,955 trilyun.

PERMASALAHAN

Kepada masyarakat diberikan gambaran bahwa setiap kali harga minyak mentah di pasar internasional meningkat, dengan sendirinya pemerintah harus mengeluarkan uang ekstra, dengan istilah “untuk membayar subsidi BBM yang membengkak”.

Harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Sebabnya karena minyak mentah adalah fosil yang tidak terbarui (not renewable). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini membuat bahwa permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut. Baca selanjutnya…

Bukan Alexander Graham Bell Pencipta Telepon…?

Alexander Graham Bell bukan saja mencuri ide cemerlang ini, bahkan dia mencuri paten dan blueprint-nya dari orang lain. Keparat Skotlandia ini berhasil dicatat sejarah sebagai penemu telefon karena dia memiliki teman yang berkuasa, uang yang tidak sedikit dan kaki tangan yang bekerja di lembaga paten.

Ceritanya begini, pada sebuah pagi Februari yang kelam di tahun 1876 kedua pengacara dari Bell dan rivalnya Elisha Gray mendatangi lembaga paten untuk mematenkan temuannya masing-masing. Keduanya diterima dan memiliki gagasan untuk men ‘transmisi suara vokal’, dan lucunya kedua paten tersebut memiliki fitur mekanis yang serupa. Kok bisa?

Ternyata seorang bernama Zenas Fisk Wilber menjelaskan ide-ide Gray ke Bell. Wilber bukan saja pekerja lembaga paten dia juga adalah teman dari pengacara paten Bell -Marcellus Bailey- yang seorang alkoholik dan berhutang uang padanya. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: