Arsip

Archive for the ‘Puisi’ Category

Menyebutnya Cinta?

Ombak berkali kali menghampiri sekedar tuk meludahi
kemudian berlalu
dan datang lagi

Cinta tergolek di bebatuan karang
Diam Tak Bergerak
Amarah Mengganas
membantingnya
menginjak dengan keserapahan mendidih
bak singa lapar
Cinta terburai, tercincang menggelepar
Baca selanjutnya…

Iklan

KUAT SEPERTI KARANG ATAU LEMAH SEPERTI AIR

Kuat Seperti Karang Atau Lemah Seperti Air

Lihat Ombak, tidak pernah menyerah menerjang Karang.
Ketegaran ombak adalah kesabaran yg tidak mengenal kata “henti” menghancurkan penghalang/merubah keadaan demi mencapai cita cita. Lebih “TEGAR” daripada karang yg menahan gangguan tanpa berbuat apa apa.

Lihat juga tetesan air yg jauh lebih kecil dari ombak. Sekeras apapun batu, bisa berlubang olehnya.
Ketegaran tetesan air adalah kesabaran tidak mengenal kata “henti” mengatasi tantangan, menciptakan peluang demi mencapai tujuan. Baca selanjutnya…

AKU

Sesungguhnya Aku adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Aku kembali. (Qs. Al-Baqarah (2) : 156)

Kesadaran yang paling mendasar yang telah hilang dari kebanyakan manusia adalah kesadaran bahwa diri ada yang memiliki. Sloganisme atau jargonisme tentang HAM, Liberalis, atau Eksistensialis telah menjadikan virus-virus ganas yang mengerogoti urat nadi manusia untuk menjadikan Aku adalah Aku, Aku adalah pikiranku (bila aku berpikir tuhan itu ada maka dia ada, tapi bila aku berpikir tuhan tidak ada maka dia tidak ada), Aku adalah tubuhku (aku hidup karena ketampananku atau kecantikanku maka aku kaya atau senang karena aku tampan atau cantik, tubuhku adalah milikku), Aku adalah karyaku (kebahagianku adalah karena prestasiku).

Fir’aun-fir’aun besar atau kecil menyebar dimana-mana di segala segmen dan lapisan masyarakat yang telah oragan bin sombong menyatakan Aku adalah Rabb. Fir’aun kecilpun berkata ini hidupku maka akulah yang mengatur, masa depanku maka akulah yang merencanakannya, aku adalah makhluq independen siapapun tidak berhak mengatur apalagi memimpin hidupku. Fir’aun besarpun bersabda Aku adalah pembuat hukum, pemutus perkara umat manusia, penguasa jagat raya.

Omong kosong tong kosong bunyinya nyaring, mereka sebenarnya bisu , bibirnya semanis susu tapi ideologinya sepahit empedu. Fir’aun tak tau malu karena makanannya dari pilu rakyat tak berpenghulu. Baca selanjutnya…

2011

Cukuplah Allah bagiku…..
Cukuplah Allah sebagai Penolongku….
Cukuplah Allah jadi alasan tuk menapaki jalan ini…..

tak ada kata lelah dalam berjuang,
tak ada kata bosan dalam beramal,
tak ada kata malas dalam bergerak.
tak ada kata ragu dalam melangkah,
tak ada kata berat dalam berkorban………..,

karena di jalan ini lah ku berazzam tuk mengabdikan seluruh sisa hidupku….,

Tuah Ibu “Selamat Hari Ibu (My Mama) 22 Desember 2010”

Aku padamu hanyalah benalu
ketika aku :
membuatmu memerah
membuatmu membingkai air
membuatmu nanar
membuatmu patah
membuatmu
dan
membuatmu
kadang tiada harga

Ibu padaku bertuah
ketika ibu :
membuatku manja
membuatku tenang
membuatku gembira
membuatku terlindung
membuatku mengerti gempalnya dunia
membuatku
dan
membuatku bersimpuh dengan kasihmu Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: